Jangan Bangga

"Di atas gunung masih ada langit". Kalian pasti pernah mendengar pepatah seperti ini (kalau tidak mungkin kalian sudah lupa wkwk). Pepatah yang sangat baik untuk mengingatkan kita untuk jangan sombong dan memegahkan diri karena pasti masih ada orang yang lebih sukses atau bertalenta dari kita sebaik apapun kita.

Arti kata bangga yang saya maksud di sini bukan berarti kita tidak boleh senang atas pencapaian yang kita telah peroleh maupun sharing/pamer kepada teman kita tentang prestasi kita.

Bangga yang saya maksud disini yaitu merasa bahwa diri kita spesial dan bahkan terlahir lebih jenius atau lebih beruntung dari orang rata-rata. Mungkin kata yang lebih tepat untuk judul ini "Jangan merasa spesial" tapi ya sudah lah.

Postingan ini sebenarnya bisa dibilang sequel dari post sebelumnya (Jangan Iri - https://kenzlifestory.blogspot.com/2021/04/jangan-iri.html)

Jika kalian pernah membaca buku dari Mark Manson (Seni Bersikap Bodo Amat / The Subtle Art of Not Giving a F*ck), salah satu pelajaran yang bisa dipetik yaitu  tidak merasa diri kalian sebuah orang yang spesial.

Ada dua jenis orang yang merasa spesial, orang yang menganggap dirinya terlahir lebih baik dari orang lain sehingga merasa dirinya merasa pantas untuk mendapat perhatian lebih karena merasa ia harus dipuji orang lain dan orang yang menganggap dirinya terlahir lebih buruk dari orang lain dan merasa dirinya pantas untuk mendapat perhatian lebih karena merasa ia harus mendapat pertolongan dari orang lain. Kedua jenis orang ini di sebut Mark sebagai orang yang narsis.

Lalu kenapa saya berkata kita tidak boleh merasa lebih spesial dari orang lain? Sebenarnya ini juga bedasarkan pengalaman pribadi saya saat saya masih SD - SMP.

Pada saat saya duduk di bangku SD, saya sebenarnya bukan murid teladan maupun murid yang paling pintar. Tapi saya bisa digolongkan sebagai orang yang cukup pintar untuk bisa duduk di kelas unggulan (dari 3 kelas salah satunya unggulan). By the way ini waktu saya kelas 6.

Pada saat ini saya merasa bahwa saya lebih beruntung dan lebih bertalenta dari kebanyakan teman saya. Walaupun teman-teman saya sering memenangkan olimpiade sedangkan saya tidak, saya selalu berkata bahwa dalam bidang lain pasti saya lebih baik dari mereka (Walaupun saya tidak pernah bilang ke siapa - siapa tentang ini).

Lalu masuklah saya ke SMP. Saya mendapat teman-teman baru (dan teman yang baik) dan pada saat SMP, talenta-talenta tersembunyi dari teman-teman saya saat SD keluar ke permukaan.

Dan apa yang terjadi? Saya menjadi kecewa terhadap diri saya sendiri. Saya yang awalnya merasa lebih menjadi merasa minder.

Dan akibatnya saya berusaha untuk membuktikan saya lebih baik dari mereka dibanding mengembangkan kemampuan utama saya. Dan saya selalu membandingkan diri saya dengan orang lain.

Dan akhirnya seperti postingan sebelumnya, saya menjadi iri jikalau ada yang lebih baik dari saya dalam suatu hal dan saya merasa sangat senang dan membanggakan diri jika saya lebih baik dari mereka.

Ini merupakan pola pikir yang saya pikir sangat tidak sehat. Yang akan terjadi yaitu kita malah menilai keberhasilan kita berdasarkan perbandingan kesuksesan diri kita dengan orang lain.

Hal ini dapat menyebabkan kita tertekan karena setinggi apapun kita, akan selalu ada orang yang lebih tinggi dari kita (seperti pepatah di paling atas).

Menurut saya, pola pikir yang tepat adalah melihat keatas saat kita sudah tinggi dan melihat kebawah saat kita rendah. 

Maksudnya saat kita merasa kita lebih ahli dari orang lain dan mulai sombong, sebaiknya kita melihat orang yang lebih ahli lagi untuk mengingatkan diri kita bahwa kita masih perlu banyak belajar, sedangkan ketika kita merasa kurang bertalenta dan mulai minder, sebaiknya kita sadar bahwa kita telah menerima pendidikan lebih dibanding sebagian besar orang yang bahkan tidak mampu sekolah (tidak bermaksud memandang rendah mereka yang kurang mampu tapi hanya sekedar bersyukur kita diberi sarana untuk mengembangkan kemampuan kita).

Ini berkebalikan dengan pola pikir sebelumnya dimana kita melihat kebawah saat kita tinggi (merasa sombong dan memandang rendah orang lain) dan melihat keatas saat kita rendah (merasa iri kepada orang yang lebih baik dari kita).

Intinya, fokuslah pada perkembangan diri kita dengan diri kita sebelumnya dibanding membandingkan diri kita sekarang dengan orang lain. Walaupun orang lain jauh lebih sukses atau ahli dalam bidang yang kalian tekuni, selama kalian sudah bercukupan dan happy, untuk apa peduli sama mereka ya gak?

0 komentar:

Posting Komentar