Pernah gak sih kalian ketemu post edukasi di sosmed, misalnya di instagram ada postingan tentang matematika atau tentang table manner. Kemudian di bagian komentarnya kalian ketemu ada banyak sekali orang yang komen seperti "Gak ngerti sama sekali, otak gak nyampe :(", "Ngapain sih pelajarin kayak gini gak penting, hidup ya hidup aja yang penting makan gak usah belajar yang aneh-aneh", "Aku kaum rebahan, gak perlu pelajarin kayak gini", dll.
Mungkin kalimatnya berbeda, tapi inti dari komentar mereka adalah mereka menganggap tidak ada gunanya dalam belajar hal baru yang mereka dapatkan. Walaupun mungkin mereka hanya bercanda, apa kalian tidak merasa sedikit kesal saat mendengar mereka berkata seperti itu?
Apalagi jika akun edukasi tersebut sudah dengan baik hati memberi informasi tambahan kepada publik, masih saja ada yang "menghujat" dengan mengatakan bahwa info yang diberikan tidak penting dan bermacam alasan lain.
Saya rasa hal ini menjadi bukti dari kegagalan sistem pendidikan kita. Saya bilang begini karena menurut saya tujuan sekolah adalah untuk meningkatkan rasa ingin belajar kita dibandingkan untuk membuat kita pintar dalam pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah (seperti matematika, fisika, kimia, biologi, dll).
Menurut saya walaupun pelajaran-pelajaran di sekolah ada yang terpakai, tidak semuanya akan terpakai dan bisa dipelajari sendiri tanpa harus bersekolah melalui kursus, internet, dll. Misalnya dalam programming, kita tidak perlu untuk mempelajari sejarah namun Bahasa Inggris dan matematika sangat diperlukan. Tetapi matematika dan Bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam programming bisa dipelajari di luar sekolah melalui kursus.
Sedangkan bila kita memiliki rasa ingin belajar yang tinggi, maka kita dapat mempelajari apapun dalam bidang kita dalam waktu cepat. Itulah yang sebenarnya saya harapkan dari masyarakat Indonesia.
Dengan tingginya rasa ingin belajar maka apapun yang menjadi pekerjaan kita akan kita lakukan dengan seprofesional mungkin. Misalnya kita menjadi kasir di Indodesember, jika kita mau belajar mengenai tata cara melayani pelanggan maka toko kita mungkin akan tambah laku dan manager kalian akan senang dengan kalian dan memberi banyak bonus dan kenaikan gaji.
Tapi sayangnya saya rasa tidak banyak orang yang berpikir seperti ini. Kebanyakan orang tidak mau mengembangkan diri mereka dan tidak mau keluar dari zona nyaman mereka dan parahnya mereka menginginkan hasil yang lebih.
Sayangnya seiring perkembangan zaman jika kita tidak mengembangkan diri kita, kita tidak hanya tidak mendapatkan hasil lebih dari pekerjaan yang kita kerjakan saat ini tapi kita juga akan tersingkir oleh seleksi alam.
Contohnya kamu bekerja di perusahaan XXX sebagai seorang karyawan pada tahun 1997. Perusahaan tersebut memiliki 10 karyawan. Bayangkan kamu sudah 10 tahun bekerja di perusahaan tersebut dan tidak pernah ada ancaman kamu akan dipotong gaji apalagi dipecat.
Namun dalam 10 tahun itu kamu tidak pernah belajar untuk mengembangkan peforma kalian di perusahaan kalian sedangkan ada 3 dari teman kalian yang terus-terusan belajar mengembangkan peforma mereka. Tapi kalian tidak peduli karena kalian pikir "Ah untuk apa sih, gaji kita juga beda-beda dikit kok antara dia yang mati-matian belajar dengan aku yang santai-santai aja".
Tiba-tiba terjadi krisis finansial Asia pada tahun 1997 dan perusahaan kamu mengalami kerugian parah dan untuk dapat bertahan harus memecat sebagian besar karyawan perusahaan tersebut. Kira-kira apa yang akan terjadi? Yup, kemungkinan besar kamu yang akan dikeluarkan kecuali kamu punya kekuatan supernatural atau orang dalam yang benar-benar dalam.
Walaupun sudah 10 tahun mengabdi di perusahaan tersebut tanpa ada hambatan, kalian harus dikeluarkan tanpa ada peringatan sama sekali.
Tentu cerita tadi merupakan karangan yang saya buat dalam beberapa menit, tapi saya sangat yakin ada banyak kasus serupa yang dapat ditemukan pada tahun 1997 atau tahun-tahun terjadinya krisis ekonomi (seperti sekarang). Cerita seperti itu bisa terjadi kepada kamu kapan saja tanpa ada tanda-tanda sama sekali.
Tetaplah belajar dan mengembangkan diri kalian berapapun umur kalian dan apapun status sosial/status ekonomi kalian. Tidak ada salahnya kalian belajar, kalian akan menjadi lebih baik dari orang lain yang tidak punya keinginan untuk belajar.
Banyak orang yang berpikir orang hanya bisa jadi kaya karena terlahir kaya dan orang yang terlahir miskin tidak dapat berbuat apa-apa. Menurut saya orang yang sudah kaya bisa tetap menjadi kaya karena orang tuanya memberikan mereka ilmu yang mereka butuhkan untuk meningkatkan finansial mereka (bukan semata-mata hanya karena warisan uang).
Jika kalian terlahir tidak kaya, maka kalian mungkin tidak mendapatkan pelajaran itu dari orang tua kalian, namun kalian bisa belajar sendiri dari orang lain melalui buku dan internet. Menurut saya orang miskin tetap miskin karena mereka sudah menyerah duluan dengan keadaan mereka dan tidak mau belajar untuk menggapai posisi finansial yang lebih.
Seberapa ekstremepun keadaan kalian (baik/buruk) tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak belajar dan berkembang.
Semua orang sukses rajin membaca buku karena mereka suka untuk menambah wawasan mereka. Seberapa pintarnya kalian akan kalah dengan orang yang suka belajar.
Rasa ingin belajar ini menurut saya dapat mudah dikembangkan jika kalian memiliki rasa penasaran yang tinggi. Jadi cobalah latih rasa penasaran kalian (Setiap kali ada topik yang kalian pikirkan atau kalian dapat di internet coba kalian google penyebabnya. Misalkan bila kalian membaca tentang pelepasan timor leste, coba cari penyebabnya. Saya sering melakukan hal seperti ini sehingga saya terbiasa membaca hal-hal baru).
Saya akan akhiri artikel ini dengan sebuah ayat dari Alkitab
"Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan"
Amsal 1 : 7







