Mental Pelajar

Pernah gak sih kalian ketemu post edukasi di sosmed, misalnya di instagram ada postingan tentang matematika atau tentang table manner. Kemudian di bagian komentarnya kalian ketemu ada banyak sekali orang yang komen seperti "Gak ngerti sama sekali, otak gak nyampe :(", "Ngapain sih pelajarin kayak gini gak penting, hidup ya hidup aja yang penting makan gak usah belajar yang aneh-aneh", "Aku kaum rebahan, gak perlu pelajarin kayak gini", dll.

Mungkin kalimatnya berbeda, tapi inti dari komentar mereka adalah mereka menganggap tidak ada gunanya dalam belajar hal baru yang mereka dapatkan. Walaupun mungkin mereka hanya bercanda, apa kalian tidak merasa sedikit kesal saat mendengar mereka berkata seperti itu?

Apalagi jika akun edukasi tersebut sudah dengan baik hati memberi informasi tambahan kepada publik, masih saja ada yang "menghujat" dengan mengatakan bahwa info yang diberikan tidak penting dan bermacam alasan lain. 

Photo by Susan Q Yin on Unsplash

Saya rasa hal ini menjadi bukti dari kegagalan sistem pendidikan kita. Saya bilang begini karena menurut saya tujuan sekolah adalah untuk meningkatkan rasa ingin belajar kita dibandingkan untuk membuat kita pintar dalam pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah (seperti matematika, fisika, kimia, biologi, dll).

Menurut saya walaupun pelajaran-pelajaran di sekolah ada yang terpakai, tidak semuanya akan terpakai dan bisa dipelajari sendiri tanpa harus bersekolah melalui kursus, internet, dll. Misalnya dalam programming, kita tidak perlu untuk mempelajari sejarah namun Bahasa Inggris dan matematika sangat diperlukan. Tetapi matematika dan Bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam programming bisa dipelajari di luar sekolah melalui kursus.

Sedangkan bila kita memiliki rasa ingin belajar yang tinggi, maka kita dapat mempelajari apapun dalam bidang kita dalam waktu cepat. Itulah yang sebenarnya saya harapkan dari masyarakat Indonesia.

Dengan tingginya rasa ingin belajar maka apapun yang menjadi pekerjaan kita akan kita lakukan dengan seprofesional mungkin. Misalnya kita menjadi kasir di Indodesember, jika kita mau belajar mengenai tata cara melayani pelanggan maka toko kita mungkin akan tambah laku dan manager kalian akan senang dengan kalian dan memberi banyak bonus dan kenaikan gaji.

Tapi sayangnya saya rasa tidak banyak orang yang berpikir seperti ini. Kebanyakan orang tidak mau mengembangkan diri mereka dan tidak mau keluar dari zona nyaman mereka dan parahnya mereka menginginkan hasil yang lebih.

Sayangnya seiring perkembangan zaman jika kita tidak mengembangkan diri kita, kita tidak hanya tidak mendapatkan hasil lebih dari pekerjaan yang kita kerjakan saat ini tapi kita juga akan tersingkir oleh seleksi alam.

Contohnya kamu bekerja di perusahaan XXX sebagai seorang karyawan pada tahun 1997. Perusahaan tersebut memiliki 10 karyawan. Bayangkan kamu sudah 10 tahun bekerja di perusahaan tersebut dan tidak pernah ada ancaman kamu akan dipotong gaji apalagi dipecat.

Namun dalam 10 tahun itu kamu tidak pernah belajar untuk mengembangkan peforma kalian di perusahaan kalian sedangkan ada 3 dari teman kalian yang terus-terusan belajar mengembangkan peforma mereka. Tapi kalian tidak peduli karena kalian pikir "Ah untuk apa sih, gaji kita juga beda-beda dikit kok antara dia yang mati-matian belajar dengan aku yang santai-santai aja".

Tiba-tiba terjadi krisis finansial Asia pada tahun 1997 dan perusahaan kamu mengalami kerugian parah dan untuk dapat bertahan harus memecat sebagian besar karyawan perusahaan tersebut. Kira-kira apa yang akan terjadi? Yup, kemungkinan besar kamu yang akan dikeluarkan kecuali kamu punya kekuatan supernatural atau orang dalam yang benar-benar dalam.

Walaupun sudah 10 tahun mengabdi di perusahaan tersebut tanpa ada hambatan, kalian harus dikeluarkan tanpa ada peringatan sama sekali.

Tentu cerita tadi merupakan karangan yang saya buat dalam beberapa menit, tapi saya sangat yakin ada banyak kasus serupa yang dapat ditemukan pada tahun 1997 atau tahun-tahun terjadinya krisis ekonomi (seperti sekarang). Cerita seperti itu bisa terjadi kepada kamu kapan saja tanpa ada tanda-tanda sama sekali.

Tetaplah belajar dan mengembangkan diri kalian berapapun umur kalian dan apapun status sosial/status ekonomi kalian. Tidak ada salahnya kalian belajar, kalian akan menjadi lebih baik dari orang lain yang tidak punya keinginan untuk belajar.

Banyak orang yang berpikir orang hanya bisa jadi kaya karena terlahir kaya dan orang yang terlahir miskin tidak dapat berbuat apa-apa. Menurut saya orang yang sudah kaya bisa tetap menjadi kaya karena orang tuanya memberikan mereka ilmu yang mereka butuhkan untuk meningkatkan finansial mereka (bukan semata-mata hanya karena warisan uang). 

Jika kalian terlahir tidak kaya, maka kalian mungkin tidak mendapatkan pelajaran itu dari orang tua kalian, namun kalian bisa belajar sendiri dari orang lain melalui buku dan internet. Menurut saya orang miskin tetap miskin karena mereka sudah menyerah duluan dengan keadaan mereka dan tidak mau belajar untuk menggapai posisi finansial yang lebih.

Seberapa ekstremepun keadaan kalian (baik/buruk) tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak belajar dan berkembang. 

Semua orang sukses rajin membaca buku karena mereka suka untuk menambah wawasan mereka. Seberapa pintarnya kalian akan kalah dengan orang yang suka belajar.

Rasa ingin belajar ini menurut saya dapat mudah dikembangkan jika kalian memiliki rasa penasaran yang tinggi. Jadi cobalah latih rasa penasaran kalian (Setiap kali ada topik yang kalian pikirkan atau kalian dapat di internet coba kalian google penyebabnya. Misalkan bila kalian membaca tentang pelepasan timor leste, coba cari penyebabnya. Saya sering melakukan hal seperti ini sehingga saya terbiasa membaca hal-hal baru).

Saya akan akhiri artikel ini dengan sebuah ayat dari Alkitab

"Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan"

Amsal 1 : 7



Pengalaman KSN-P 2020

Halo, udah lama saya gak bikin lagi postingan tentang story (kebanyakan thought wkwk). Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita Pengalaman KSN-K 2020 (https://kenzlifestory.blogspot.com/2020/06/pengalaman.html) yang sudah sangat lama saya buat wkwk.

Sebenarnya KSN sudah lama selesai (bulan Oktober 2020) tapi saya mager untuk belum sempat membuat ceritanya ke blog ini. Pada kali ini saya akan menceritakan bagian-bagian penting yang saya ingat pada KSN-P dan KSN 2020 (KSN akan saya bahas di postingan selanjutnya).

Jadi, setelah diadakannya KSN-K pada tanggal 10 Maret dan diumumkannya pemenangnya, akhirnya saya mempersiapkan diri untuk KSN-P (walaupun saya sudah mulai mempersiapkan diri untuk KSN-P dari sebelum pengumuman). Dari Sekolah saya ada 3 orang yang lolos ke tingkat provinsi, yaitu ada pada bidang matematika, kebumian, dan informatika (saya).

Sebagai recap, KSN-K merupakan kompetisi sains tingkat kota, KSN-P merupakan kompetisi sains tingkat provinsi, sedangkan KSN merupakan kompetisi sains tingkat nasional.

Pada saat persiapan, selain mengerjakan soal dari kujawab.com dan tlx.toki.id, saya juga suka stalking melakukan riset terhadap lawan yang menjadi diduga merupakan lawan yang kuat terutama dari daerah saya. Gunanya yaitu untuk mengetahui bagaimana cara mereka belajar (walaupun sebenarnya mungkin gak terlalu berguna tapi entah kenapa ada kesenangan tersendiri karena mungkin berasa jadi detektif wkwkwk).



Cara untuk mengetahui lawan-lawan yang potensial yaitu, pertama dengan melihat murid yang ikut KSN (tingkat kota-nasional) yang saya duga ikut dalam kompetisi tahun ini (biasanya yang masih kelas X tahun lalu), kedua dengan melihat murid yang sering memenangkan lomba lain (misalnya dalam lomba lembaga pelatihan ataupun lomba dari universitas).

Saya juga mengikuti beberapa tryout gratisan termasuk tryout dari kak Arnold. Dalam tryout itu saya bergabung dengan grup yang berisi pejuang KSN juga sehingga saya dapat berbincang-bincang dengan mereka.

Singkat cerita pada tanggal 10-14 Agustus 2020 (saya lupa tanggal persisnya) saya memulai lomba KSN-P saya. KSN-P kali ini jauh berbeda berbeda baik dalam hal teknisnya serta soal-soalnya dengan KSN-P tahun-tahun sebelumnya.

Secara teknis, tentu berbeda karena KSN-P tahun 2020 dilakukan secara Online (COVID :/) sehingga bisa dibilang KSN-P kali ini sangat rentan dengan kecurangan.

Soal-soal yang disajikan dalam KSN-P 2020 juga sangat jauh berbeda. Soal tahun-tahun sebelumnya biasanya soalnya berisi sekitar 40+ nomor logika isian dan sekitar 2-3 nomor membuat pseudocode program untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Sedangkan pada KSN-P ini, soalnya berisi hanya 10 nomor logika isian, dan 6 nomor membuat program (bukan pseudocode tapi program asli) dan dari setiap 6 nomor itu ada beberapa subsoal isian yang bisa dijawab (jadi jika kita tidak bisa membuat programnya kita masih bisa menjawab subsoalnya tanpa program walaupun untuk mendapat nilai full harus membuat program).

Perbedaan dari membuat program pada KSN-P dan KSN yaitu pada KSN kamu diberi tahu skor dari program kamu sehingga kamu bisa melihat skor program kamu dan memperbaiki programnya hingga AC atau mendapat skor yang lebih tinggi, sedangkan pada KSN-P kamu tidak diberi skor program kamu sehingga kamu harus memastikan program yang kamu buat sudah benar.

Oh iya berbeda dengan KSN-K, dalam KSN-P tidak ada sistem mines jika salah menjawab soal jadi pastikan kalian menjawab semua soalnya walaupun ragu atau bahkan jawab asal.

Pada saat itu, saya berhasil menjawab 9 soal isian dan menyelesaikan 3 soal pemrograman + 1 soal pemrograman saya isi subsoalnya tapi saya tidak bisa membuat programnya.

Setelah lombanya selesai, saya langsung bertanya ke grup tryout saya tentang berapa soal yang mereka jawab. Dan ada yang menjawab jauh lebih banyak dari saya ada juga yang menjawab lebih sedikit dari saya (jadi bisa dibilang saya rata-rata lah wkwk). Saya disitu tetap optimis bisa lolos walaupun saya juga agak takut.

Singkat cerita, pada akhirnya mulai keluarlah hasil KSN-P satu persatu dari setiap provinsi. Dan bagian ini sangat bikin deg-degan karena interval antara provinsi yang satu dengan provinsi lainnya cukup lama (atau setidaknya terasa lama karena kita sudah tidak sabar melihat hasilnya wkwk). 

Dan akhirnya keluar lah hasil dari nilai KSN-P Sulawesi Selatan. Dan ternyata, ada orang yang menyebarkan hasil palsu (hoaks) dari nilai KSN-P tersebut. Judulnya nilai KSN-P Sulawesi Selatan, padahal nama-namanya asing dan bukan peserta KSN-P Sulsel tahun itu  (Mungkin ia mengambil dari nama-nama peserta KSN-P tahun lalu atau provinsi lain dan di edit seolah-olah hasil KSN-P Sulawesi Selatan tahun itu).

Saat saya melihat nama-nama itu, nama saya tidak ada dalam daftar dan saya be like "ya sudahlah relakan saja". Tapi setelah saya liat-liat lagi pada daftar itu, nama-namanya cukup aneh (Ada nama-nama yang tidak ada pada pengumuman KSN-K). Dan harapan saya kembali muncul :).

Beberapa saat kemudian munculah nilai KSN-P yang asli. Saya melihat dari luar file (saat masih belum didownload biasanya ada preview dari file tersebut) dan tidak ada yang mirip dengan nama saya. Jadi saya mengira perjuangan saya ditahun itu sudah kelar.

Setelah saya membuka filenya dan membaca secara detail... WOW!! Nama saya ada di urutan pertama pada bidang informatika. Saya disitu sampai lari dalam rumah saya wkwk. Saya sangat bangga bisa menjadi finalis KSN, apalagi karena ini pertama kalinya saya mengikuti Olimpiade ini (Saat SD dan SMP biasa saya hanya mengikuti olimpiade universitas atau lembaga di kota makassar dan tidak pernah menang. Saya bahkan tidak pernah terpilih untuk mengikuti OSK karena saya sangat cupu dibidang mtk (kelas 5-7) dan ipa (kelas 8) wkwk).

FYI, ada 3 orang yang lolos informatika dari Sulawesi Selatan. Ini berarti saya berhasil mendapatkan passing grade.

Disitu saya sangat bersyukur dan mempersiapkan diri untuk KSN.

*Post ini bukan untuk menyombongkan diri saya, tapi hanya untuk sharing pengalaman dan bisa dijadikan sebagai referensi bagi kalian yang mau mengikuti KSN juga. Jangan patah semangat maupun minder terhadap orang lain. Saya waktu itu tidak pernah menyangka bisa lolos ke KSN-P, eh malah lolos ke KSN wkwkwk.


Jangan Bangga

"Di atas gunung masih ada langit". Kalian pasti pernah mendengar pepatah seperti ini (kalau tidak mungkin kalian sudah lupa wkwk). Pepatah yang sangat baik untuk mengingatkan kita untuk jangan sombong dan memegahkan diri karena pasti masih ada orang yang lebih sukses atau bertalenta dari kita sebaik apapun kita.

Arti kata bangga yang saya maksud di sini bukan berarti kita tidak boleh senang atas pencapaian yang kita telah peroleh maupun sharing/pamer kepada teman kita tentang prestasi kita.

Bangga yang saya maksud disini yaitu merasa bahwa diri kita spesial dan bahkan terlahir lebih jenius atau lebih beruntung dari orang rata-rata. Mungkin kata yang lebih tepat untuk judul ini "Jangan merasa spesial" tapi ya sudah lah.

Postingan ini sebenarnya bisa dibilang sequel dari post sebelumnya (Jangan Iri - https://kenzlifestory.blogspot.com/2021/04/jangan-iri.html)

Jika kalian pernah membaca buku dari Mark Manson (Seni Bersikap Bodo Amat / The Subtle Art of Not Giving a F*ck), salah satu pelajaran yang bisa dipetik yaitu  tidak merasa diri kalian sebuah orang yang spesial.

Ada dua jenis orang yang merasa spesial, orang yang menganggap dirinya terlahir lebih baik dari orang lain sehingga merasa dirinya merasa pantas untuk mendapat perhatian lebih karena merasa ia harus dipuji orang lain dan orang yang menganggap dirinya terlahir lebih buruk dari orang lain dan merasa dirinya pantas untuk mendapat perhatian lebih karena merasa ia harus mendapat pertolongan dari orang lain. Kedua jenis orang ini di sebut Mark sebagai orang yang narsis.

Lalu kenapa saya berkata kita tidak boleh merasa lebih spesial dari orang lain? Sebenarnya ini juga bedasarkan pengalaman pribadi saya saat saya masih SD - SMP.

Pada saat saya duduk di bangku SD, saya sebenarnya bukan murid teladan maupun murid yang paling pintar. Tapi saya bisa digolongkan sebagai orang yang cukup pintar untuk bisa duduk di kelas unggulan (dari 3 kelas salah satunya unggulan). By the way ini waktu saya kelas 6.

Pada saat ini saya merasa bahwa saya lebih beruntung dan lebih bertalenta dari kebanyakan teman saya. Walaupun teman-teman saya sering memenangkan olimpiade sedangkan saya tidak, saya selalu berkata bahwa dalam bidang lain pasti saya lebih baik dari mereka (Walaupun saya tidak pernah bilang ke siapa - siapa tentang ini).

Lalu masuklah saya ke SMP. Saya mendapat teman-teman baru (dan teman yang baik) dan pada saat SMP, talenta-talenta tersembunyi dari teman-teman saya saat SD keluar ke permukaan.

Dan apa yang terjadi? Saya menjadi kecewa terhadap diri saya sendiri. Saya yang awalnya merasa lebih menjadi merasa minder.

Dan akibatnya saya berusaha untuk membuktikan saya lebih baik dari mereka dibanding mengembangkan kemampuan utama saya. Dan saya selalu membandingkan diri saya dengan orang lain.

Dan akhirnya seperti postingan sebelumnya, saya menjadi iri jikalau ada yang lebih baik dari saya dalam suatu hal dan saya merasa sangat senang dan membanggakan diri jika saya lebih baik dari mereka.

Ini merupakan pola pikir yang saya pikir sangat tidak sehat. Yang akan terjadi yaitu kita malah menilai keberhasilan kita berdasarkan perbandingan kesuksesan diri kita dengan orang lain.

Hal ini dapat menyebabkan kita tertekan karena setinggi apapun kita, akan selalu ada orang yang lebih tinggi dari kita (seperti pepatah di paling atas).

Menurut saya, pola pikir yang tepat adalah melihat keatas saat kita sudah tinggi dan melihat kebawah saat kita rendah. 

Maksudnya saat kita merasa kita lebih ahli dari orang lain dan mulai sombong, sebaiknya kita melihat orang yang lebih ahli lagi untuk mengingatkan diri kita bahwa kita masih perlu banyak belajar, sedangkan ketika kita merasa kurang bertalenta dan mulai minder, sebaiknya kita sadar bahwa kita telah menerima pendidikan lebih dibanding sebagian besar orang yang bahkan tidak mampu sekolah (tidak bermaksud memandang rendah mereka yang kurang mampu tapi hanya sekedar bersyukur kita diberi sarana untuk mengembangkan kemampuan kita).

Ini berkebalikan dengan pola pikir sebelumnya dimana kita melihat kebawah saat kita tinggi (merasa sombong dan memandang rendah orang lain) dan melihat keatas saat kita rendah (merasa iri kepada orang yang lebih baik dari kita).

Intinya, fokuslah pada perkembangan diri kita dengan diri kita sebelumnya dibanding membandingkan diri kita sekarang dengan orang lain. Walaupun orang lain jauh lebih sukses atau ahli dalam bidang yang kalian tekuni, selama kalian sudah bercukupan dan happy, untuk apa peduli sama mereka ya gak?

Jangan Iri

 "The truth of the matter is that not everybody can learn everything. Some people are way they hell better. And of course no matter how hard you try there's always some guy who achieves more. Some guy or gal. And my attitude is "so what?". Does any of us need to be the very top of the whole world? It's ridiculous."

- Charlie Munger
 Investor & Philanthropist

Kalian mungkin pernah merasa kecewa ketika kalian sedang menekuni suatu bidang dalam jangka yang lama lalu tiba-tiba datang orang lain yang baru masuk ke dalam bidang kalian, dan karirnya langsung meroket melebihi kalian dalam waktu yang sangat singkat. 

Mungkin dalam pekerjaan misalnya, junior kalian naik jabatan sangat cepat sampai menjadi atasan kalian dalam waktu yang tidak sebanding dengan perjuangan kalian (Anggap saja Mr.Pro). Saya juga pernah merasakannya.

Pada saat itu terjadi, apa reaksi kalian? Apakah kalian menjadikan Mr.Pro sebagai motivasi? Ataukah apakah kalian bodo amat? Atau.. Kalian menjadi iri dan gelisah?



Saya bereaksi seperti pada pernyataan yang ketiga pada saat itu. Bahkan jika saat ini tiba-tiba hal ini terjadi, saya tidak bisa menjamin saya tidak iri kepada Mr.Pro.

Namun saya berusaha keras untuk merubah konsep berpikir saya walaupun ini membutuhkan waktu yang lama. Idealnya saya mau merubah konsep saya menjadi seperti pernyataan pertama, menjadikan Mr.Pro sebagai motivasi. Tetapi tentu hal ini sangat sulit.

Mari kita cermati kembali quotes dari bapak kita Charlie Munger. By the way, videonya dapat kalian tonton disini https://www.youtube.com/watch?v=QSGz4Y8CP2I

Charlie Munger saja berpendapat bahwa memang selalu ada orang yang lebih jago dari kita seberapa keras kita berusaha. Namun Charlie Munger berkata tidak usah pedulikan mereka dan fokus pada perkembangan diri kita sendiri.



Kita tidak perlu menjadi yang terbaik, yang terpenting adalah kita berhasil mencapai target kita dan bahagia terlepas dari lebih kurang atau lebihnya kita dari orang lain.

Memang sangat mudah untuk iri kepada orang lain karena rasanya tidak adil jika melihat usaha yang kita keluarkan lebih besar dibanding Mr.Pro. Namun, kita tidak iri bukan karena hal itu adil melainkan semata-mata tidak ada gunanya kita iri dengan mereka. Semakin kita iri, semakin kita terluka dan ujung-ujungnya kita malah tambah sakit hati.

Saya yakin bahwa Tuhan sudah merancangkan yang terbaik bagi kita semua. Oleh karena itu, sebaiknya kita mulai bersyukur dan tidak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

Mungkin Mr.Pro terlihat sangat beruntung atau terlahir lebih jago dalam bidang tertentu. Namun kita tidak tahu dengan kehidupan disisi lainnya.

Mungkin jika kita menjadi Mr.Pro, kita tidak lebih bahagia atau justru malah menginginkan kehidupan kita yang sekarang. Who Knows?

Fakta orang pintar yang gak guna

 (Disclaimer : just opinion dude)

Selama kalian berseluncur di sosmed, mungkin kalian pernah melihat postingan yang berisi pernyataan seperti berikut :

"Tahukah kalian bahwa orang pintar itu biasanya berantakan, suka menunda-nunda, dan malas."

Kira-kira apa yang kalian pikirkan setelah mendengar kalimat itu? Jika diliat sekilas sebenarnya sangat tidak masuk akal bukan?

Namun setelah disuguhkan beberapa fakta dan data penelitian, kebanyakan dari kita jadi percaya dengan postingan tersebut. Apalagi jika sumber faktanya cukup valid.

Well, saya tidak akan mengatakan bahwa fakta tersebut betul atau salah. Saya hanya ingin memberikan tanggapan mengenai reaksi kita terhadap fakta ini.

Sewaktu dulu ketika saya masih polos, saya sebenarnya agak senang mendengar fakta ini. Karena bedasarkan fakta itu orang yang berantakan, suka menunda-nunda, malas dan lain sebagainya itu sebenarnya orang pintar sedangkan saya sendiri merupakan orang yang berantakan, suka menunda-nunda, malas, dan lain sebagainya.


(Photo by Juan Rumimpunu on Unsplash)


Namun seiiring waktu, saya menyadari bahwa hal ini yang cukup mengganjal. Well, sepintar apapun kita tidak mungkin kita akan sukses jika kita merupakan orang yang berantakan, suka menunda-nunda, malas dan lain sebagainya.

Saya jadi merasa fakta ini sebenarnya malah berdampak buruk bagi pembacanya karena beberapa alasan.

Alasan yang pertama yaitu orang yang mempunyai sifat buruk yang disebutkan itu akan merasa bahwa dirinya sebenarnya orang yang pintar dan karena itu dia tetap bermalas-malasan karena merasa hal itu merupakan hal yang wajar dan malah dibanggakan.

Bayangkan jika ada murid yang sebenarnya sangat pintar tapi malas belajar sehingga ia hanya mendapat ranking namun tidak mencapai ranking 3 besar walaupun ia bisa jika rajin belajar. Setelah mendengar fakta ini ia merasa "Wah pantas saja saya malas belajar karena saya rasa memang saya cukup pintar". Alhasil dia semakin tidak mengembangkan kemampuannya dan tetap berada di kemampuan menengah di sekolahnya.

Alasan kedua yaitu orang yang mempunyai sifat yang baik misalnya rajin, rapi, dan sebagainya akan merasa insecure terhadap dirinya sendiri. Jika ia tidak mempunyai sikap yang buruk seperti fakta tersebut, apakah itu berarti ia orang yang tidak pintar bahkan bodoh?

Bahkan walaupun dalam postingan itu hanya mencantumkan fakta random mengenai orang pintar, orang yang tidak memiliki kesamaan dengan fakta tersebut akan merasa insecure bahkan meniru-niru karakter dipostingan tersebut walaupun tidak cocok dengan dirinya.

Misalkan saja ada suatu post di sosmed yang mengatakan orang pintar cenderung menyukai musik classic. Orang yang tidak menyukai musik classic bisa menjadi tidak percaya diri atau bahkan memaksakan dirinya mendengarkan musik classic walaupun ia tidak menyukainya. Padahal hal tersebut tidak akan mempengaruhi kepintarannya sama sekali.

Alasan yang ketiga yaitu orang jadi enggan untuk mengembangkan dirinya. Orang yang ingin mengembangkan sikap baiknya akan memiliki keraguan karena fakta seperti ini.

Misalnya orang yang ingin menjadi lebih rapi. Bisa saja ia menjadi takut untuk mengubah mejanya yang berantakan menjadi rapi karena menurutnya dengan menghilangkan "karakteristik" orang pintarnya itu ia akan kehilangan kepintarannya.

Alasan-alasan seperti ini sebenarnya agak naif jika dilihat sekilas. Tapi bisa saja hal sepele seperti ini mempengaruhi kita tanpa kita sadari.

Jadi apa reaksi yang sebaiknya kita terapkan terhadap fakta semacam ini? Menurut saya, tidak usah bereaksi.

Terlepas dari betul atau tidaknya fakta ini, yang menentukan kita orang pintar atau bukan hanya diri kita dan Tuhan.

Jika kalian merasa diri kalian kurang pintar, ya belajar. Jika kalian merasa diri kalian pintar, ya tetap belajar karena belajar kan gak ada habisnya.

Menurut saya, setiap orang pintar dalam bidangnya masing-masing. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencari bidang yang tepat untuk kita dan fokus dalam bidang itu sehingga kita dapat menghasilkan hasil yang terbaik (Walaupun mungkin kita bukan yang terbaik dalam bidang kita pastikan kita mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita).

Jadi tidak perlu merasa insecure atau sombong setelah melihat atau mendengar fakta seperti itu.

(Tambahan : Nih bidang-bidang kecerdasan manusia kalau penasaran :v "https://www.cermati.com/arti

K-POP!?!

(Disclaimer : Postingan ini hanya merupakan opini saya saja, kalau ada kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan <3.)
Pada hari-hari ini, ada banyak sekali warga +62 yang merupakan fans dari k-pop (kpoper) baik boybandnya maupun girlbandnya.

Bahkan riset pun menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara dengan fans K-pop terbanyak kedua setelah Korea Selatan. (sumber : https://www.statista.com/statistics/1106704/south-korea-kpop-youtube-views-by-country/). Sungguh duarbiasa.
Namun, kita juga sering melihat banyak sekali perdebatan antara Kpoper dan non Kpoper, apalagi mengenai.... Ehmm... Oplas.


Kalau kita lihat secara statistik, memang kasus Operasi plastik di korea termasuk lumayan besar. Namun, kenapa ya hanya Korea yang selalu dipermasalahkan di Indonesia? Padahal Amerika Serikat yang menduduki peringkat pertama permintaan operasi plastik sangat jarang di permasalahkan disini.
Menurut saya sih, banyak orang yang mempermasalahkan tentang oplas ini disebabkan karena fans K-pop yang terlalu fanatik, sehingga beberapa orang jadi memancing emosi Kpoper tersebut karena reaksi fansnya sendiri yang kepanasan.
Walaupun membela artis yang kita sukai itu tidak salah, tapi untuk apa sih kita terlalu membela orang yang dia juga gak kenal kita siapa sampai terlalu berlebihan. Malah ada yang sampai marah-marah dan galau sendiri gara-gara idolnya di ejek.
Saya sendiri punya banyak orang yang saya idolakan, tetapi saya tidak pernah tuh sampai marah-marah karena ada yang mengejek mereka. Memang pasti ada rasa jengkel ketika ada orang yang tidak sopan dan memang mereka sebenarnya salah. Namun kita juga harus mengontrol reaksi kita dan jangan sampai terbawa emosi dan akhirnya kita jadi terlihat alay.
Semua orang pasti mempunyai yang namanya haters, apalagi orang yang sudah populer. Jadi wajar saja kalau ada yang menghina idola kita atau bahkan hobi kita. Saya rasa kita seharusnya tidak usah menghiraukan orang seperti itu, karena mereka sebenarnya orang yang kurang kerjaan dan sulit berkembang. Kalau kita menanggapi mereka secara berlebihan maka kita bisa jadi sama seperti mereka.
Contohlah wibu (maksudnya yang suka dengan entertainment Jepang :p) yang walaupun selalu diejek "suka kok sama 2D :v" mereka selalu santuy (hiya). Dan alhasil saya rasa di antara orang yang menyukai budaya Jepang saya rasa lebih jarang terdapat perdebatan dibandingkan dengan orang yang menyukai band korea(Kpop) di Indonesia (walaupun memang ada juga yang menghina dan dihina).
Sebenarnya saya rasa semua bidang entertainment pasti ada yang menghina dan membela. Baik itu Kpop, Anime, Band rock, film, sinetron, dan lain-lain.

P.s : Sebenarnya artikel ini sudah lama saya buat tapi baru saya lanjut dan selesai sekarang xixixi.

Awal mula kenal Coding

Jadi, di postingan kali ini saya akan bercerita kenapa dan bagaimana saya bisa kenal dengan yang namanya coding/programming.
Sebenarnya saya sudah lama suka dengan komputer. Saya lupa persis kenapa saya bisa sampai suka dengan programming tapi saya yakin hal ini ada kaitannya dengan video game.

Jadi, saya (seperti kebanyakan anak lainnya) sangat suka bermain game. Karena saya suka game, maka saya otomatis juga sering menggunakan komputer/hp.
Dan hal yang saya suka dari komputer adalah suara dari ketikan keyboardnya yang sangat satisfying. Entah kenapa sangat enak kalau dengar suara ketikan atau bahkan melihat orang mengetik :v.
Karena itu, setelah saya mendengar kalau ada yang disebut dengan programming (kalau tidak salah saya tau dari orang tua), saya jadi tertarik. Apa lagi setelah mendengar dan menonton aksi aksi hacker di TV.
(Photo by Karl Pawlowicz on Unsplash)


Saya sebenarnya sudah mulai "mencoba" mempelajari tentang koding dan lain lain dari sd. Akan tetapi, saya tidak mengerti apa apa saat itu dan saya juga bingung mau memulai dari mana. Apa lagi saat itu saya masih kecil dan saya belum terlalu jago dalam mencari informasi (dan saya juga malas :v).
Saat sd/smp saya baru mempelajari hal-hal dasar seperti html dan batch programming (cmd). Dan pada saat itu saya sudah sangat bangga.
Saat Smp kelas 9 saya sudah mulai mengenal python tapi tetap saja saya tidak mengerti apa apa.
Nah, saat SMA kelas 10 lah baru saya mulai mengerti apa itu sebenarnya koding. Apalagi dengan adanya olimpiade komputer (KSN) yang saya ikuti membuat saya mencari tau lagi tentang koding.
Pada masa kelas 10 ini lah saya mengerti apa itu algoritma, data structure, DLL. Semua ini berkat KSN karena kalau saya tidak ikut KSN saya pasti clueless tentang coding ini hehe..
Saya juga berterima kasih kepada TOKI karena telah membuat situs TLX, karena dari situ lah saya mulai mengenal semua mengenai coding.
Btw, jika kalian ingin belajar koding situs ini bagus untuk melatih skill coding kalian :