Fakta orang pintar yang gak guna

 (Disclaimer : just opinion dude)

Selama kalian berseluncur di sosmed, mungkin kalian pernah melihat postingan yang berisi pernyataan seperti berikut :

"Tahukah kalian bahwa orang pintar itu biasanya berantakan, suka menunda-nunda, dan malas."

Kira-kira apa yang kalian pikirkan setelah mendengar kalimat itu? Jika diliat sekilas sebenarnya sangat tidak masuk akal bukan?

Namun setelah disuguhkan beberapa fakta dan data penelitian, kebanyakan dari kita jadi percaya dengan postingan tersebut. Apalagi jika sumber faktanya cukup valid.

Well, saya tidak akan mengatakan bahwa fakta tersebut betul atau salah. Saya hanya ingin memberikan tanggapan mengenai reaksi kita terhadap fakta ini.

Sewaktu dulu ketika saya masih polos, saya sebenarnya agak senang mendengar fakta ini. Karena bedasarkan fakta itu orang yang berantakan, suka menunda-nunda, malas dan lain sebagainya itu sebenarnya orang pintar sedangkan saya sendiri merupakan orang yang berantakan, suka menunda-nunda, malas, dan lain sebagainya.


(Photo by Juan Rumimpunu on Unsplash)


Namun seiiring waktu, saya menyadari bahwa hal ini yang cukup mengganjal. Well, sepintar apapun kita tidak mungkin kita akan sukses jika kita merupakan orang yang berantakan, suka menunda-nunda, malas dan lain sebagainya.

Saya jadi merasa fakta ini sebenarnya malah berdampak buruk bagi pembacanya karena beberapa alasan.

Alasan yang pertama yaitu orang yang mempunyai sifat buruk yang disebutkan itu akan merasa bahwa dirinya sebenarnya orang yang pintar dan karena itu dia tetap bermalas-malasan karena merasa hal itu merupakan hal yang wajar dan malah dibanggakan.

Bayangkan jika ada murid yang sebenarnya sangat pintar tapi malas belajar sehingga ia hanya mendapat ranking namun tidak mencapai ranking 3 besar walaupun ia bisa jika rajin belajar. Setelah mendengar fakta ini ia merasa "Wah pantas saja saya malas belajar karena saya rasa memang saya cukup pintar". Alhasil dia semakin tidak mengembangkan kemampuannya dan tetap berada di kemampuan menengah di sekolahnya.

Alasan kedua yaitu orang yang mempunyai sifat yang baik misalnya rajin, rapi, dan sebagainya akan merasa insecure terhadap dirinya sendiri. Jika ia tidak mempunyai sikap yang buruk seperti fakta tersebut, apakah itu berarti ia orang yang tidak pintar bahkan bodoh?

Bahkan walaupun dalam postingan itu hanya mencantumkan fakta random mengenai orang pintar, orang yang tidak memiliki kesamaan dengan fakta tersebut akan merasa insecure bahkan meniru-niru karakter dipostingan tersebut walaupun tidak cocok dengan dirinya.

Misalkan saja ada suatu post di sosmed yang mengatakan orang pintar cenderung menyukai musik classic. Orang yang tidak menyukai musik classic bisa menjadi tidak percaya diri atau bahkan memaksakan dirinya mendengarkan musik classic walaupun ia tidak menyukainya. Padahal hal tersebut tidak akan mempengaruhi kepintarannya sama sekali.

Alasan yang ketiga yaitu orang jadi enggan untuk mengembangkan dirinya. Orang yang ingin mengembangkan sikap baiknya akan memiliki keraguan karena fakta seperti ini.

Misalnya orang yang ingin menjadi lebih rapi. Bisa saja ia menjadi takut untuk mengubah mejanya yang berantakan menjadi rapi karena menurutnya dengan menghilangkan "karakteristik" orang pintarnya itu ia akan kehilangan kepintarannya.

Alasan-alasan seperti ini sebenarnya agak naif jika dilihat sekilas. Tapi bisa saja hal sepele seperti ini mempengaruhi kita tanpa kita sadari.

Jadi apa reaksi yang sebaiknya kita terapkan terhadap fakta semacam ini? Menurut saya, tidak usah bereaksi.

Terlepas dari betul atau tidaknya fakta ini, yang menentukan kita orang pintar atau bukan hanya diri kita dan Tuhan.

Jika kalian merasa diri kalian kurang pintar, ya belajar. Jika kalian merasa diri kalian pintar, ya tetap belajar karena belajar kan gak ada habisnya.

Menurut saya, setiap orang pintar dalam bidangnya masing-masing. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencari bidang yang tepat untuk kita dan fokus dalam bidang itu sehingga kita dapat menghasilkan hasil yang terbaik (Walaupun mungkin kita bukan yang terbaik dalam bidang kita pastikan kita mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita).

Jadi tidak perlu merasa insecure atau sombong setelah melihat atau mendengar fakta seperti itu.

(Tambahan : Nih bidang-bidang kecerdasan manusia kalau penasaran :v "https://www.cermati.com/arti

0 komentar:

Posting Komentar